Friday, April 1, 2011

Tujuh Peluang Bisnis Versi SBY


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (1/4/2011), memaparkan tujuh tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku dunia usaha. Presiden mengatakan, secara falsafah, tantangan dan peluang bagaikan dua sisi uang logam.
Peluang pertama, Indonesia saat ini membutuhkan sumber daya yang besar, termasuk sumber daya keuangan untuk mengembangkan ekonomi selama 15 tahun mendatang. Pendapatan per kapita di Indonesia saat ini sebesar 700 miliar dollar AS.
"Indonesia memiliki goal and objective agar ekonomi tumbuh di atas 4 triliun dollar AS. Untuk menuju ke sana, struktur ekonomi kita tidak bisa seperti ini. Memang ada pertanian, industri, dan jasa. Kita ingin our economy structure betul-betul dikembangkan. Manufaktur dan jasa juga harus lebih dikembangkan, ditambah lagi teknologi dan inovasi yang tinggi," kata Presiden.
Kedua, ekonomi di luar Jawa saat ini belum tergarap sempurna. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang. Saat ini, rasio perkembangan di Jawa mencapai 60 persen. Para pelaku dunia usaha ditantang untuk turut serta mengembangkan pembangunan di luar Jawa.


Ketiga, permintaan pasokan listrik di Indonesia terus meningkat. Diperkirakan, pada tahun 2025, kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 80.000 megawatt. Setiap tahun, sambung Presiden, ada penambahan permintaan pasokan listrik sebesar 3.000 megawatt. "Ada big opportunity dalam sektor kelistrikan," kata Presiden.
Keempat, ada peluang di bidang infrastruktur. Meningkatnya kegiatan bisnis di Indonesia berbanding lurus dengan kebutuhan infrastruktur, utamanya di sektor transportasi, seperti dermaga, bandara, jalan tol, serta irigasi.
Kelima, kebutuhan pangan dan air diperkirakan semakin besar. Penduduk dunia diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya.
Keenam, pembiayaan pembangunan nasional. Kebutuhan akan pinjaman diperkirakan semakin meningkat. Saat ini, kata Presiden, sebanyak 300 miliar dollar AS siap diinvestasikan guna mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi.
Ketujuh, Presiden menekankan perlunya sinergi pelaku dunia usaha dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini guna memastikan bahwa segala kebijakan dan regulasi betul-betul tepat. "Jika ingin perekonomian tumbuh dengan baik, semua harus bekerja sama dan memastikan policy dan regulation itu betul-betul tepat," ucap Presiden.

No comments:

Post a Comment